TfAoTpAlTfAiTUC9BUClBSYpTY==

Tim LONTARA SMKN 3 Soppeng Perkuat Komitmen Pelestarian Lingkungan Lewat School Mini Forest dan Deklarasi Bali 2026

 

Soppeng, Kabarsamudra.com,-       Keberadaan School Mini Forest di SMKN 3 Soppeng tidak hanya menghadirkan ruang hijau di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi laboratorium hidup yang menanamkan nilai kepedulian, tanggung jawab, dan kecintaan terhadap alam kepada para murid. Melalui berbagai aktivitas pelestarian lingkungan, peserta didik diajak memahami bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari karakter yang harus dibangun sejak dini.

Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata oleh Tim School Contest LONTARA SMKN 3 Soppeng, yang secara konsisten menggerakkan budaya peduli lingkungan di sekolah. Selain aktif melakukan penanaman dan perawatan berbagai jenis tanaman di kawasan School Mini Forest, tim juga menjadi pelopor dalam membangun kebiasaan menjaga kebersihan, melestarikan keanekaragaman hayati, serta mengampanyekan pentingnya menjaga lingkungan sebagai investasi bagi masa depan.

Semangat itu semakin menguat setelah Tim School Contest LONTARA mengikuti RYCAM Youth Camp 2026 yang berlangsung di Bali pada 5–8 Juli 2026. Dalam kegiatan berskala nasional tersebut, tim bergabung bersama perwakilan dari 16 sekolah terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia yang terpilih sebagai juara untuk mewakili daerah masing-masing.

Selama kegiatan, para peserta mengikuti diskusi, pelatihan, dan kolaborasi lintas daerah untuk berbagi praktik baik mengenai pelestarian lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, serta peran strategis generasi muda dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Puncak kegiatan ditandai dengan lahirnya Deklarasi Bali 2026, sebuah komitmen bersama yang disepakati oleh murid, guru, dan organisasi masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia untuk memperkuat aksi nyata dalam menjaga lingkungan, mengelola sumber daya alam secara bertanggung jawab, serta membangun budaya sekolah yang berkelanjutan.

Bagi Tim School Contest LONTARA SMKN 3 Soppeng, deklarasi tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan School Mini Forest sebagai pusat pembelajaran lingkungan sekaligus ruang pembentukan karakter murid yang peduli, bertanggung jawab, dan siap menjadi agen perubahan.

Guru pendamping Tim School Contest LONTARA, Faisal, S.Pd., M.Si., berharap pengalaman mengikuti RYCAM Youth Camp beserta semangat Deklarasi Bali dapat menjadi inspirasi bagi seluruh warga sekolah untuk semakin memperkuat budaya peduli lingkungan.

"School Mini Forest bukan sekadar ruang hijau, tetapi laboratorium hidup yang membentuk karakter murid agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan, mampu berpikir kritis dalam menghadapi persoalan ekologis, serta berani mengambil tindakan nyata demi mewujudkan masa depan yang lebih lestari," ujarnya, Jumat (10/7).

Sementara itu, Kepala SMKN 3 Soppeng, Reni Andriani, S.Pd., M.Pd., memberikan apresiasi kepada Tim School Contest LONTARA beserta guru pendamping atas dedikasi dan prestasi yang telah mengharumkan nama sekolah di tingkat nasional.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh selama mengikuti RYCAM Youth Camp mampu menginspirasi seluruh warga sekolah untuk terus berinovasi dalam pendidikan lingkungan. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, School Mini Forest diharapkan menjadi ikon pembelajaran yang melahirkan generasi berkarakter, cinta lingkungan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan.

Apresiasi juga datang dari Silvayanti, selaku mitra dari Yayasan Matepe. Ia menyampaikan terima kasih kepada SMKN 3 Soppeng atas komitmen dan partisipasi aktif dalam setiap program pelestarian lingkungan yang telah dijalankan.

Menurutnya, keikutsertaan Tim School Contest LONTARA dalam RYCAM Youth Camp 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi yang dibangun mampu membawa nama baik sekolah hingga tingkat nasional.

"Kami berharap sinergi ini terus berlanjut dan melahirkan berbagai inovasi lingkungan yang memberikan manfaat, tidak hanya bagi warga sekolah, tetapi juga bagi masyarakat luas. School Mini Forest SMKN 3 Soppeng diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik dalam membangun budaya sekolah yang peduli terhadap lingkungan dan berkelanjutan," tuturnya.

Melalui semangat kolaborasi, inovasi, dan aksi nyata, SMKN 3 Soppeng terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.

(Red)







Komentar0

Type above and press Enter to search.