TfAoTpAlTfAiTUC9BUClBSYpTY==

Program Bioetanol E20 Dikebut, Bupati Soppeng Ikut dalam Konsolidasi 42 Kepala Daerah

 

JAKARTA, Kabarsamudra.com,-              Bupati Soppeng H. Suwardi Haseng menjadi salah satu dari 42 bupati yang diundang khusus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Koordinasi Program Khusus Bioetanol di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Rapat yang digelar di Jalan Pengadegan Selatan K10, Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan, itu membahas percepatan program bioetanol berbahan baku tebu, jagung dan ubi.

Kehadiran 42 bupati dalam forum tersebut berkaitan dengan kebutuhan pemerintah untuk melakukan konsolidasi lahan dan pengembangan komoditas bahan baku bioetanol di daerah.

Sebelumnya, Mentan Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah menyiapkan lahan sekitar 1 hingga 2 juta hektare untuk mendukung produksi etanol nasional. Tiga komoditas yang disiapkan sebagai bahan baku utama yakni tebu, singkong dan jagung.

“Etanol ini butuh lahan 1 sampai 2 juta hektar dengan tiga komoditas strategis. Insyaallah kita akan bangun pabriknya kita gerakan masif seluruh Indonesia,” kata Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Untuk pengembangan tebu, pemerintah memperkirakan kebutuhan lahan mencapai sekitar 1 juta hektare. Penanaman awal akan menjadi bahan evaluasi sebelum menentukan perluasan lahan pada Januari mendatang.

Pemerintah juga menyiapkan dukungan alat dan mesin pertanian untuk memperkuat produksi komoditas bahan baku etanol.

Dalam penyiapan lahan, pemerintah akan memprioritaskan kawasan yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman pangan dan agroforestri. Lahan yang telah dilepaskan juga akan diseleksi terlebih dahulu sebelum opsi pelepasan kawasan hutan dipertimbangkan.

Amran menegaskan penyiapan lahan masih berada pada tahap awal. Pemerintah mulai melakukan konsolidasi bersama kementerian dan lembaga terkait, dengan memastikan lahan yang digunakan memiliki legalitas yang jelas.

Program tersebut diarahkan untuk mempercepat implementasi bioetanol sebagai bagian dari agenda kemandirian energi nasional. Pemerintah menargetkan pengembangan program khusus bioetanol E20 atau bauran etanol 20 persen.

Pada saat yang sama, pemerintah tetap menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas. Perluasan komoditas bahan baku bioetanol akan diarahkan agar tidak mengganggu ketersediaan lahan untuk produksi padi dan jagung.

Sebelumnya, Amran juga menegaskan sektor pertanian memiliki peran strategis dalam mendukung dua agenda tersebut. Produksi pangan tetap dijaga, sementara komoditas pertanian lainnya dikembangkan untuk mendukung kebutuhan energi nasional.

Dengan diundangnya Bupati Soppeng bersama 41 bupati lainnya, pemerintah daerah menjadi bagian dari konsolidasi awal pemerintah pusat dalam menyiapkan basis produksi bahan baku program bioetanol di berbagai daerah.

Komentar0

Type above and press Enter to search.